Wednesday, 18 January 2017

Konservasi Energi pada Bangunan

Bangunan atau gedung yang berukuran cukup besar dan merupakan sarana publik, tentu memerlukan biaya yang tinggi pada pemeliharaannya. Penghematan pada biaya pemeliharaan dapat dilakukan dengan salah satu caranya adalah konservasi energi, yaitu upaya untuk mengefisiensikan penggunaan energi untuk suatu kebutuhan agar pemborosan energi dapat dihindarkan dengan tanpa mengabaikan parameter standar kenyamanan (suhu, kelembaban dan tingkat pencahayaab atau iluminansi). Selain untuk tujuan penghematan, konservasi energi juga bertujuan untuk ikut menjaga ketahanan energi nasional dan turut serta dalam penurunan emisi karbondioksida (CO2).

konservasi energi pada bangunan: green building
sumber: 99acres.com


Langkah awal yang perlu dilakukan untuk konservasi energi adalah audit energi. Audit energi adalah teknik yang dipakai untuk menghitung besarnya penggunaan energi atau intensitas konsumsi energi (IKE) pada bangunan gedung yang dapat digunakan untuk menentukan klasifikasi gedung dalam pengelolaan energinya, dari klasifikasi sangat boros hingga sangat efisien baik untuk gedung per-AC dan tidak per-AC. Dalam tahapannya, audit energi juga mengidentifikasi cara-cara yang mungkin dilakukan untuk penghematan. Selama proses audit energi akan didapat potret penggunaan energi, yang mencakup data beban terpasang, spesifikasi alat, profil konsumsi energi, waktu operasional, tingkat hunian, luas dan fungsi bangunan serta analisisnya (audit energi rinci). Data-data yang telah terangkum dan dianalisis kemudian dapat dijadikan sebagai sarana rekomendasi peluang hemat energi (PHE), yang merupakan tahap akhir dari tahapan audit energi.
loading...

SHARE THIS

Author:

2 comments:

  1. Replies
    1. bukan, ini model perencanaan-perawatan pada sisi energi suatu bangunan :D

      Delete