Sunday, 29 January 2017

Arsitektur Kendali Proses Berbasis DCS

Arsitektur sistem kendali proses berbasis DCS (Distributed Control System), diperkenalkan pada masa era industri proses sejak tahun 1976. Perkembangan DCS sejak pertama kali hingga tahun 1995, mengalami penambahan fungsi dan modifikasi sehingga pengunaannya menjadi lebih user friendly yang disertai dengan perawatan yang lebih mudah.
Arsitektur sistem kendali proses berbasis DCS
sumber:en.wikipedia.org

DCS merupakan suatu jaringan komputer kendali yang dikembangkan dengan tujuan pemantauan dan pengendalian variabel proses pada industri proses. Sistem kendali ini dikembangkan melalui penerapan teknologi mikro komputer, perangkat lunak dan jaringan. Sistem perangkat keras dan perangkat lunak mampu menerima sinyal masukan berupa sinyal analog, digital maupun pulsa dari peralatan instrumen yang ada di lapangan. Kemudian melalui fungsi kendali umpan balik sesuai algoritma kendali (P, PI, PID, dll) maupun program berurutan yang telah ditetapkan, sistem akan menghasilkan sinyal keluaran berupa sinyal analog maupun digital yang kemudian digunakan untuk mengendalikan elemen kendali akhir maupun untuk tujuan pemantauan, pelaporan, dan alarm. Fungsi kendali tidak dilakukan secara terpusat, melainkan ditempatkan di dalam satellite room yang terdistribusi di lapangan (field). Setiap unit proses biasanya memiliki sebuah out station, di dalam out station tersebut terdapat peralatan pengendali (stasiun kendali dan stasiun pemantauan). Karena peralatan tersebut berfungsi sebagai fasilitas untuk koneksi dengan peralatan instrumen di lapangan, maka peralatan tersebut sering juga disebut sebagai process connection device.
Arsitektur DCS  secara garis besar terdiri dari tiga bagian utama yaitu ; Man-Machine Interface, Process Connection Device dan Data Communication Facilities. 
Man-Machine Interface (MMI) atau operator station berfungsi sebagai pusat pemantauan dan pengendalian proses di lapangan, dan ditempatkan secara terpusat di dalam ruang kendali (control room). Fungsi utama operator station adalah sebagai layar monitor untuk menampilkan, mengoperasikan, serta merekam data-data yang diperoleh dari pengendali yang ditempatkan di out station. 
Process Connection Device atau disebut juga Field Control Station yang berfungsi sebagai peralatan pengendali (stasiun kendali dan stasiun pemantauan) terdiri dari modul-modul CPU (Prosesor), I/O Module, Communication Module dan Power Supply Module, dll. 
Data communication facilities berfungsi sebagai media komunikasi data secara real time antara station-station yang terhubung pada communication-bus (data-hiway)terutama antara control station, monitoring station dengan operator station.

referensi
http://pandaielektronika.blogspot.co.id/2016/05/distem-kontrol-berbasis-dcs.html
loading...

SHARE THIS

Author:

0 komentar: