Sunday, 16 October 2016

Sistem Pasokan Uap PLTP

Energi geothermal atau yang juga dikenal dengan energi panas bumi adalah energi alami yang terbentuk dari dalam perut bumi. Sistem panas bumi secara umum dapat diartikan sebagai sistem penghantar panas di dalam mantel atas dan kerak bumi. Panas atau kalor dihantarkan dari suatu sumber kalor (heat source) menuju suatu tempat penampungan kalor (heat sink). Selama proses penghantaran kalor pada sistem  panas bumi, fluida berupa uap dan air panas tersimpan dalam suatu formasi batuan-batuan yang disebut reservoir. Sistem  panas bumi  yang  digunakan sebagai pembangkit energi tenaga  panas bumi dengan melibatkan adanya uap dan air panas merupakan sebuah sistem hydrothermal.

Tanda-tanda alamiah adanya sistem hydrothermal yaitu fumarol (berupa mata air panas atau semburan uap panas/geyser), sulfatara (senyawa belerang) dan emisi CO2 (reaksi antara air panas dengan batuan). Secara alami, uap panas bumi menyembur karena tekanan hidrostatik. Sistem hidrotermal dapat dibedakan menjadi dua macam berdasarkan jenisnya, yaitu low enthalpy (haverage < hliquid saturation) yang dimanfaatkan untuk pemanasan langsung jika suhunya kurang dari 70oC atau untuk pembangkitan listrik dengan siklus biner (air panas dari sumur digunakan untuk memanaskan working fluid) jika suhunya lebih dari 70oC. Jenis yang kedua adalah high enthalpy (haverage > hliquid saturation) yang dimanfaatkan untuk pembangkitan listrik dengan siklus langsung (direct cycle) untuk uap panas bumi dengan tipe vapor dominated, contohnya adalah sumber panas bumi yang ada di kawasan Kamojang sedangkan untuk uap panas bumi dengan tipe liquid dominated, uap dan air dipisah terlebih dahulu melalui flasher contohnya adalah sumber panas bumi yang ada di kawasan Dieng.

PLTP Dieng
sumber: aanddianto.wordpress.com

loading...

SHARE THIS

Author:

0 komentar: