Saturday, 15 October 2016

Permasalahan Transportasi dan Penyelesaiannya

Pengelolaan energi nasional masih ditopang oleh kebijakan subsidi energi. Besarnya subsidi energi pada tahun 2011 sekitar 20% dari anggaran belanja negara. Dari subsidi tersebut, 50% nya diperuntukkan untuk subsidi transportasi.


Secara keseluruhan, permintaan BBM terus meningkat. Hal ini menimbulkan adanya ancaman nyata akibat dari interaksi pertumbuhan permintaan layanan transportasi yang tidak sustainable dengan dampak lingkungan dari transportasi itu sendiri. Permintaan layanan transportasi cenderung terus tumbuh, sedangkan kapasitas lingkungan untuk menanganinya  memiliki pertumbuhan yang konstan. Teknologi menawarkan beragam kemungkinan untuk mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi, atau mungkin justru memperburuk masalah berupa kemacetan lalu lintas selama proses perbaikan lainnya berupa pengurangan emisi kenadaraan. Adanya kemacetan lalu lintas, perhatian pada keselamatan dan keamanan, ketersediaan bahan bakar serta permasalahan polusi mendorong penelitian-penelitian dan munculnya teknologi-teknologi baru untuk meningkatkan efisiensi energi sistem untuk kemudian diterapkan pada manajemen lalu lintas. Fenomena ini tentunya juga merefleksikan agar munculnya standar atau regulasi kebijakan dari pemerintah tentang transportasi.

permasalaha transportasi dan penyelesaiannya
Add caption


Peningkatan efisiensi energi pada sistem transportasi memerlukan waktu, biasanya 15 tahun atau lebih antara efisiensi yang diperoleh antara efisiensi dari peralatan baru dibandingkan dengan efisiensi yang diperoleh dari keseluruhan armada. Solusi yang baik untuk diterapkan yakni dengan meningkatkan rasio jumlah kendaraan pribadi dengan kendaraan umum. Saat ini Indonesia rasionya masih di bawah standar dan perlu kesadaran dari masing-masing serta didukung dengan infrastruktur dan kebijakan pemerintah. Dalam penerapannya dibutuhkan waktu dan beberapa pendekatan yang mungkin dapat dilakukan dengan beberapa penerapan teknologi untuk mendorong warga beralih ke kendaraan umum ini. Secara umum ada tiga sektor yaitu dari sisi bahan bakar, teknologi kendaraan, dan desain jalan atau infrastruktur.

  1.  Bahan bakar: alternatif bahan bakar seperti dari biomassa, atau penggunaan sumber energi matahari atau pun dari fuel cell yang hari ini juga sedang dikembangkan.
  2. Teknologi kendaraan: Penambahan atau modifikasi komponen berdasarkan material atau proses konversi yang terjadi dari mekanik, elektrik, hingga kimianya agar tercapai teknologi kendaraan yang efisien
  3. Infrastrukutur: yakni perencanaan atas tata kota agar akses setiap penduduk atas moda transportasi dapat terpenuhi dan merata


Referensi
Ami Pramitasari. DRN: Belum Ada Regulasi Konservasi Transportasi

Jolley, A.. 2006. Transport Technology: Climate change working paper no.5. Center for Strategic Economic Studies Victoria Universities.
loading...

SHARE THIS

Author:

0 komentar: